Rabu, 27 Juli 2011

Senadung Hikmah

Lir ilir lir ilir
tandure wus sumilir
tak ijo royo royo
tak senggo temanten anyar

bocah angon bocah angon
penek no blimbing kuwi
lunyu lunyu penek no
kanggo basuh dodot iro

dodot iro dodot iro
kumitir bedah e pinggir
jlumatono dondomono
kanggo sebo besuk sore

mumpung gede rembulane
mumpung jembar kalangane
yo surak o surak huwa

Makna yang terkandung dalam senandung di atas :
Lir ilir Lir Ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo royo
Tak senggo temanten anyar

Tanaman padi muda yang di tanam di areal persawahan tampak daunnya yang hijau bergoyang-goyang di tiup oleh angin meliuk-liuk kesana kemari mengikuti arah angin menandakan kesehatan tanaman yang subur membuat senang semua yang memandang lebih-lebih bagi petani yang sudah susah payah menanam dan merawat tanaman tersebut dengan penuh kehati-hatian bagai memperlakukan anak yang baru menjadi penganten (pengaten baru) dengan harapan kelak mengahsilkan hasil yang berlimpah ruah.

Lir ilir , sumilir 
Angin berhembus, tidak nampak oleh mata wujud angin tersebut, namun dapat dirasakan oleh tubuh dan dapat dilihat arahnya bila mengenai suatu benda. Artinya ada kuasa (qudrat) mengadakan(menciptakan) dan kehedak (iradat) untuk memperjalankan angin (berhembus) yaitu Allah SWT.

Lir ilir
Maha suci Tuhan (Allah) yang Maha Kuasa, tiada sesuatu yang menyerupaiNya dan tiada sekutu bagiNya sehingga keberadaanNya tidak dapat dilihat mata namun dapat di rasa.
Allahu Ahad, Allahu somad, Allah menciptakan seluruh alam dengan segala isinya tentu Allah Maha Berkehendak,
Siapa yang dikehendaki ?
Apa kehendakNya ?
Sudahkah kita sesuai dengan kehendakNya ?   
Mengapa ?
Bagaiamana memenuhi kehendakNya ?

Lir ilir sumilir
" Tidak aku ciptakan Jin dan Manusia, melainkan untuk mengabdi kepadaKu "
Hai orang yang berselimut, bangun - bangun kemudian bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu, sadarlah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar